Selasa, 27 Juli 2021

Abuya Uci Turtusi Sahabat Dekat Gus Dur
Abuya Uci Turtusi Sahabat Dekat Gus Dur

Abuya Uci Turtusi Sahabat Dekat Gus Dur

BERITAU.id-KH Uci Turtusi atau Abuya Uci adalah putra dari Alm Abuya Dimyathi Cilongok Tanggerang Banten.

Beliau merupakan seorang kiai yang sangat disegani oleh masyarakat Banten. Sehari-hari, Abuya Uci mengajar ngaji kepada para santri-santrinya. Abuya Uci pun rutin melaksanakan pengajian mingguan untuk masyarakat di luar pesantren Cilongok.

Nama Abuya Uci sudah terkenal hingga ke luar pulau jawa. Ketika menyelenggarakan pengajian mingguan di Pesantren Cilongok, kerap didatangi ulama atau tokoh dari negara-negara di dunia sebut saja tokoh Mesir, Yaman, Arab Saudi, India, Irak, Maroko pernah hadir di pengajian Abuya Uci.

Jutaan jamaah dari berbagai daerah datang ke Cilongok untuk mengikuti pengajian dan sowan kepada Abuya Uci. Katanya, acara yang memberikan berkah tersendiri bagi warga Tangerang ini digelar satu tahun sekali dan selalu membludak serta membanjiri satu kampung Cilongok.

Kampung Cilongok terlihat seperti lautan manusia. Bahkan, para jamaah tiba di lokasi pengajian sebelum acara itu dimulai. Tak hanya saat haul, acara pengajian mingguan pun membawa berkah bagi para pedagang, di bahu sepanjang jalan dan lapangan sekitaran pesantren. Para pedagang ikut meramaikan pengajian.

Mereka menjajakan berbagai aneka makanan, baju muslim, makanan tradisional lokal, akik, sarana ibadah, minyak wangi, dan masih sangat banyak para pedagang lainnya.

Alm Abuya Uci Turtusi. (foto dok.pribadi)

Abuya Uci sangat dekat dengan sosok Gus Dur. Kedekatannya itu dibuktikan dari sikap dua ulama ini yang saling mendukung dalam hal penguatan ilmu agama dan akidah umat Muslim di Indonesia. Semasa hidup, Gus Dur beberapa kali mengisi pengajian di pesantren Cilongok. Selain Gus Dur, ulama yang juga dekat dengan Abuya Uci adalah Habib Maulana Lutfi bin Yahya yang saat ini tinggal di Pekalongan, Jawa Tengah.

Ada cerita, alm Gus Dur dan Habib Luthfi bin Yahya merupakan sahabat dekat dari KH. Uci Turtusi, Sebelum Almarhum Gus Dur Meninggal beliau ditanya oleh KH. Uci Turtusi, “Gus apa yang paling diinginkan oleh Gus apa? Baik di kala jadi presiden atau setelah lengser jadi presiden,” jawaban Gus Du“Saya inginkan adalah ketika saya wafat, istri, anak, teman-teman dan sekitarnya mengirimkan Al Fatihah buat saya,” kata Abuya menirukan Gus Dur.

KH. Uci Turtusi memulai pendidikannya dengan belajar langsung kepada ayahnya, Abuya Dimyathi al-Bantani. Setelah selesai belajar dengan ayahnya, beliau melanjutkan pendidikannyan dengan belajar kepada 32 orang guru di berbagai pesantren, yang beliau tempuh selama 32 tahun.

Ketika beliau belajar di pesantren, beliau termasuk orang yang sering pindah-pindah. Paling lama waktu belajar, beliau tempuh selama 3 tahun lebih bahkan ada yang hanya 1 hari kemudian beliau pindah lagi. Hal tersebut dikarenakan ketika pengasuh pesantren mengetahui bahwa beliau adalah anak Abuya Dimyathi al-Bantani, maka kebanyakan para kiai justru tidak berani menerimanya sebagai murid.

Setelah wafat ayahandanya, kepengasuhan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah yang berdiri sejak tahun 1957 M dilanjutkan Abuya Uci.

Pondok pesantren tersebut berada di kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, berdiri di atas lahan seluas ± 4,5 ha.

Saat ini, di lingkungan komplek pesantren terdapat empat masjid, tiga masjid berada di dalam pesantren dan satu lagi berada di luar pesantren. Dengan berdirinya empat masjid, menjadi hal menarik karena pondok pesantren ini berbeda dari pondok pesantren pada umumnya, yang hanya memilik satu masjid.

Sumber : https://www.nu.or.id/post/read/127836/innalillahi-abuya-uci-tangerang-sahabat-gus-dur-wafat

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *