Selasa, 27 Juli 2021

Digital Rupiah Sebuah Solusi atau Propaganda?

Ketika BI kemarin mengumumkan akan menggarap erupiah atau digital money atau cryptocurrency semua seakan nengok ke bossman, ingat loh ya seakan, bukan sebenarnya, sambil berkomentar, akhirnya di dengar juga ide sontoloyo itu.

Sama seperti SWF yang di klaim bapak serba bisa, faktanya memang gak banyak yang tahu sejak 3 tahun yang lalu kata SWF yang di inisiasi kita akhirnya di terima namun bukan oleh inisiatornya, tapi oleh pejabat berkuasa di klaimnya. Semua mudah kok membuktikannya, ada rekam digital siapa yang pertama kali mengatakan, solsui ekonomi adalah pakai SWF. Lalu sekarang di klaim yang lain, ya gapapa juga, emang kita masalah? Ya ngaklah. Kita ngak baperan kayak buzzerp.

Kalau memang cinta NKRI gak masalah ide solusinya di klaim siapapun, karena memang tujuannya untuk rakyat, bangsa dan negara. Akhirnya SWF dipakai sebagai salah salatu solsui ekonomi, alhamdulillah.

Lalu kita detailkan langkap konkrit pengelolaan SWF tersebut. Ternyata makin kesini makin jelas bahwa ternyata oh SWF nya bukan MMT yang model modern monetary. Lalu. Kita kita pada nanya ini SWF model mana?

Oalah masih ilmu kuno oldmind ternyata, masih Keynesian juga ternyata, masih pakai cara bank system atau di baca bunga,masih pakai pinjaman juga di baca ya bunga juga, masih pakai aset negara buat jaminan, juga di bacanya ya gadai, ya beda jauh ini mah. Ini model 1 MBD nya najib malaysia dulu yang rawan di korupsi kalau seperti SWF ini di jalankannya. Ngak nuduh loh ya bahwa ini akan di korupisi, hanya RAWAN di salah gunakan. Ini ngingetin, jangan baper.

Jadi hilang deh semangat kita bernegara yang bercita cita menjadi most powerful country di southern hemisphere atau indonesia menjadi negara terkuat di belahan selatan katulistiwa seperti cita cita mardigunation begitu SWF versi pejabat masih pakai keynesian.

ilmu michael hudson dengan hudsonian dengan MMT jauh beda langit bumi. MMT anti bunga, ngak doyan sama bunga bank, dan juga bukan sistem perbankan clasik old mind tetapi digital banking yang lebih cepat keputusan dan payment nya bisa terputar. MMT lebih mengutamakan payment sistem bank nya, lebih ke sistem pembayaran perputaran uangnya.

Tiongkok itu uang payment nya atau uang transaksinya berputar di masyarakat pertahunnya 10 kali PDB negara tiongkok, indonesia secara data payment transaksinya 50% dari PDB, jauuuuuh boss. Kalian bernegaranya kurang pinter nih.

Lalu akhirnya ide erupiah, atau rupiah digital akan diluncurkan. Jreeeeng, bossman di minta lagipendapatnya karena sejak 2 tahun lalu sudah bengok bengok teriak pakai e-rupiah saingin e-renmimbi. Jangan malah pakai yuan atau e-renmimbidi indonesia dan akhirnya…

Singkat cerita, pokoknya sudah DUA aja ide mardigunation di pakai di adopt. Kita tunggu berani kuasai SELAT MALAKA ngak ya? Berani meng NOL khan bunga simpanan deposito di bank dengan strategi TINA nya ngak?

Kembali ke rupiah digital, bagaimana pendapat bossman kali ini?

Maka kita pertanyakan, kalau erupiah atau digital rupiah kalau ngak pake hudsonian MMT dengan printing money, maka rupiah digital cryptocurrencynya ngimpi menjadi berdaulat.

Rupiah menang dengan underlying emas, itu lebih real. Erupiah underlayingnya pakai uang beredar, ya berat boss. Kalian keynesian ngak nyandak emang dengan modern monetary MMT hudsonian punya ilmu.

Udahlah jangan dipakai kalau masih pakai ilmu lama, old mind.

SWF adalah ilmu baru, eh di pakai cara otak ilmu lama. Kemudian erupiah digital rupiah, ngak pakai printing money ya ngak ada gunanya.

Jadi maksudnya apa pakai SWF, rupiah digital kali ini, biar bossman dan anak muda pendukung MMT seneng gitu ya.

Jangan lah begitu, bukan hanya buat senang senang aja berpropaganda seperti dikatakan tesla akan keindonesia buat euforia ternyata kita di prank yang lebih baik ngak usah.

Kalau bener mau menjalankan jangan setngah setengah namun harus MAKE A DIFFERENCE, memang harus membuat perbedaan. Palai underlyingnya jangan uang beredar tetapi peinting money berbasis proyek produktif pasti rupiah digital menang, indonesia berdaulat, itu lebih benar bernegaranya. (Mardigu WP)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *