Selasa, 27 Juli 2021

Keluhan Sampah di Sukabumi Ranking Tiga

BERITAU.ID-Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi memberikan perhatian khusus terhadap masalah sampah.

Di Kota Sukabumi malah masalah sampah dikeluhkan warga menempati urutan ketiga. Ini berdasar dari hasil survei yang dilakukan di media sosial Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.”Pengelolalan sampah di Kota Sukabumi jadi perhatian khusus, di mana dari lima besar pemasalahan di Kota Sukabumi sempat terangkum yakni pedagang kaki lima (PKL), penataan jalan, dan pengelolaan sampah,”kata Walikota Sukabumi Achmad Fahmi seperti dikutip di www.republikaonline.co.id beberapa waktu lampau.

Data lama merilis di tahun 2019 lalu saja produksi sampah di Kota Sukabumi mencapai sekitar 175 ton per hari. Dari jumlah tersebut sekitar 115 ton di antaranya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu.

Semua upaya lanjut Fahmi, sudah diupayakan dalam menyelesaikan masalah sampah. Namun ke depan harus melibatkan pihak lain di luar institusi pemerintah seperti para pemuda dan RT maupun RW.

Problem sampah ini kian bertambah karena Lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Cikundul Kota Sukabumi hanya mampu bertahan menampung sampah maksimal hingga Desember 2019. Kondisi ini disikapi pemerintah dengan mengurangi produksi sampah.

Kondisi ini kata Fahmi telah disikapi pemerintah dengan melakukan perluasan TPA Sampah. Namun saat ini terkendala dengan mahalnya harga tanah yang berada di dekat TPA Cikundul sementara pemerintah memiliki keterbatasan anggaran.

”Harga sementara Rp 80 miliar dan ini jumlah yang besar bagi pemkot,” kata Fahmi.

Dilansir www.mediaindonesia.com.
di Kabupaten Sukabumi, volume sampah rata-rata mencapai 4.785 meter kubik per hari. Sampah tersebut tak hanya dihasilkan dari rumah tangga, tapi juga dunia usaha seperti restoran, hotel, rumah sakit, pasar, dan industri.

“Volume sampah yang dihasilkan setiap hari relatif cukup banyak. Kondisi ini jadi problem yang mesti dicari solusinya karena lokasi tempat pembuangan sampah di Cimenteng, Kecamatan Cikembar, juga sudah overload,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska.

Volume sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas itu, kata Denis, berdasarkan hasil penghitungan merujuk jumlah populasi penduduk. Pada 2017, di Kabupaten Sukabumi terdapat sebanyak 2.523.992 jiwa atau 870.708 kepala keluarga yang terbagi di 381 desa dan 5 kelurahan. Rata-rata per orang di Kabupaten Sukabumi bisa menghasilkan sabanyak 1,9 liter sampah.

Denis menuturkan relatif tingginya volume sampah jadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Butuh solusi mengelola sampah agar maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di masa mendatang.

Terlebih populasi dan kegiatan ekonomi masyarakat adalah faktor lain meningkatnya volume sampah maupun limbah setiap hari.”Pemilahan sampah jadi bernilai ekonomis sudah dijalankan di tiap bank-bank sampah. Namun kegiatan itu masih butuh proses lama karena dilakukan secara manual. Tapi kalau sampah diolah menjadi energi listrik, saya kira solusi tepat. Pertimbangannya volume sampah di daerah kita selalu melebihi kapasitas,” tandasnya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *