Selasa, 27 Juli 2021

Menikmati Enak dan Empuknya Makanan Tertua di Dunia

Menikmati Enak dan Empuknya Makanan Tertua di Dunia

BERITAU.id-Sabtu dan Minggu atau di hari-hari libur panjang tanggal merah, bagi Parman (37) dan Ahmad (34) adalah berkah.

Meski kerja sambilan, warga Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini bisa mendapat penghasilan tambahan dari bisnis kuliner kambing guling, masakan yang konon infonya merupakan makanan tertua di dunia.

Di luar hari Sabtu-Minggu, Parman dan Ahmad memilih kerja lain, yakni bercocok tanam alias bertani di kampungnya yang memang termashur daerah penghasil pertanian.

Kata Parman, dalam satu bulan, ia bisa memperoleh 10 order kambing guling dengan variasi bobot kambing guling terkecil 7,5 hingga 8,5 kilo gram, terbesar sampai 40 kilo gram.”Dalam satu hari (Sabtu-Minggu) bisa melayani didua tempat, tapi tergantung banyaknya order juga. Lebih dari 10 pesanan juga kadang pernah,”ungkap Parman kepada BERITAU.id Sabtu, 3 April 2021.

Kambing guling racikan Parman dan Ahmad (foto Izza)

Parman dan Ahmad bukan bos penyedia jasa kambing guling. Mereka berdua cuma karyawan lepas salah satu penyedia jasa kambing guling Rumah Q-ta, perusahaan yang dikenal masyarakat Sukabumi sebagai salah satu pusat penyedia barang furniture yang sudah lima tahun lalu mengembangkan bisnis jasa aqiqah dan kuliner kambing guling.

Butuh pengalaman untuk menghasilkan daging kambing guling yang enak di lidah empuk di gigi. Begitu pula bahan resep bumbunya. Sekurangnya ada 12 jenis resep bumbu kambing guling. Dan soal pengamalan serta meracik bumbu kambing guling, Parman-Ahmad sudah piawai membakar meracik bumbu kambing guling sesuai keinginan lidah sipemesan.

Biasanya penikmat kambing guling di Indonesia termasuk penyuka kambing guling di Sukabumi, menghadirkan kambing guling untuk acara resepsi pesta pernikahan, reunian, acara kumpul-kumpul keluarga, sajian menyambut tamu istimewa dan acara penting lainnya seperti acara keagamaan.

“Kalau Rumah Q-ta sudah punya members pelanggan. Pelanggannya tidak hanya dari Sukabumi, dari luar Sukabumi. Kalau mereka ada acara bermain kumpul-kumpul di Sukabumi pasti order kambing guling ke kami. Tempat acaranya biasanya di objek wisata Selabintana dan Cinumpang Kadudampit,”terang Parman.

Bahan kambing atau domba guling berbagai ukuran yang disediakan Rumah Q-ta berasal dari peternak yang dibeli managemen Rumah Q-ta.

Tak hanya menyediakan menu kambing guling. Ujar Parman menu tambahan lain seperti sate kambing, ayam serta ikan bakar juga siap disajikan. Menu itu disediakan jika ada pesanan dari yang ngorder.”Kalau soal harga saya kurang tahu, silahkan saja tanya ke pak haji (pemilik Rumah Q-ta),”ujar Parman.

Ujang Abdullah, warga Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi mengakui racikan kambing guling Parman dan Ahmad memang tiada tiganya.”Dagingnya empuk dan bumbunya meresap ke daging,”aku pria yang akrab dipanggil Dul ini.

Kalau ada acara kumpul dan acara istimewa, menurut Dul ia dan rekannya kerap memesan kambing guling ke duet Parman-Ahmad.

 

Disadur BERITAU.id dari situs bbq.about.com yang ditulis Derrick Riches. Asal usul kambing guling menurut dia merupakan masakan tradisional tertua di dunia.

Penduduk wilayah Asia Tengah mengawali sejarah kambing guling yang ada sampai saat ini. Mereka mengkonsumsi daging domba atau kambing untuk kebutuhan makan.

Sejarah kambing guling yang dagingnya berasal dari hewan domba yang dikenal sebagai WHOLE LAMB ROAST, sedangkan istilah MUTTON ROAST merupakan masakan kambing guling bila mana daging yang digunakan berasal dari hewan ternak kambing.

Yang kita ketahui kambing adalah dua hewan jenis ternak yang sama namun ternyata memiliki tekstur dan rasa dari daging keduanya sangat berbeda.


Laporan : Izzatul Jihadati
Editor : Rikat Elang Perkasa

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *