Selasa, 27 Juli 2021

Tak Sekedar Ngopi, dengan Ngopi Jawara bisa Ngopi Sambil Berbagi

Para pencetus lahirnya Kopi Jawara berujar, selain menikmati kopi, tujuan lahirnya produk kopi Jawara untuk membangun ekonomi kerakyatan serta mengugah ekonomi umat untuk melawan produk kapitalisme. Dengan minum Kopi Jawara, Insya Allah semua akan menjadi juara. Dengan membeli Kopi Jawara, selain ngopi anda juga sudah bersedekah.


BERITAU.ID-Nama Jawara pada merek kopi itu mengandung filosofi melestarikan kearifan lokal yang dalam hal ini pencak silat. Makna kata Jawara mengacu pada orang yang memiliki keahlian bela diri untuk mencegah kemunkaran dan menegakkan kebenaran. 

Kopi ini dibandrol perpack dengan isi 10 setnya seharga Rp 20.000. Dari setiap hasil penjualan kopi Jawara dialokasikan 2,5 persen untuk infak sedekah atas nama konsumen yang membeli Kopi Jawara.

Anda yang berminat ingin merasakan nikmatnya sensasi nyeruput Kopi Jawara, bisa mendapatkannya di sejumlah market dan outlet jadi mitra produsen Kopi Jawara. Untuk Duni dari Sukabumi jadi tagline pemasaran kopi ini.

“Definisi secara keseluruhan, bukan hanya ahli bela diri, jawara juga diartikan sebagai juara, nomor satu. Dikaitkan dengan produk ini, semoga Kopi Jawara menjadi juara pada bisnis perkopian bukan hanya Nusantara tapi juga di mancanegara,”kata KHM. Fajar Laksana, model dan ikon Kopi Jawara saat launching Kopi Jawara beberapa waktu lalu.

Keuntungan dana dari hasil penjualan Kopi Jawara ungkap KHM Fajar Laksana dikelola oleh tim yang dibentuk oleh Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (BJI) Presda Sukabumi Raya. Di mana nantinya keuntungan penjualan disalurkan ke pesantren, yatim piatu,kaum dhuafa dan lainnya.

“Saya ikhlas menjadi ikon di Kopi Jawara tanpa dibayar. Royalti dari model iklan dihibahkan kepada produsen Kopi Jawara untuk dikelola sebagai dana ZIS,” jelas Fajar seperti dikutip dari pelitasukabumi.com.

Pengelola Museum Prabu Siliwangi ini optimis Kopi Jawara dapat meraih kesuksesan dalam merebut pangsa pasar perkopian. Pasalnya produk tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota maupun Kabupaten Sukabumi.

Komisaris PT Bumi Kreasi Investama, Asep Drajat sebagai produsen Kopi Jawara menyampaikan optimis dapat mengembangkan pasar produknya itu.  Karena kopi  sudah identik dengan kebutuhan primer sehingga pasarnya sangat luas. Dia melihat terdapat beberapa segmen pasar kopi yang bisa dimasuki oleh tim pemasaran Kopi Jawara.

Saat ini Asep aktif sebagai eksportir manggis Sukabumi ke berbagai negara. Dia juga pernah bekerja di Starbucks pada tahun 1990-an. Berbekal visi bisnis dan pengalamannya, Asep siap memasuki jagat perkopian.

“Saya memiliki pengalaman di kopi. Karena itu saya akan mengembangkan pasar kopi seperti usaha buah manggis untuk tujuan luar negeri,”kata Asep.(redaksi)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *